Mahasiswa FIKS UNIPMA Dinyatakan Lulus, Dekan Tekankan Pentingnya Integritas di Dunia Kerja
Universitas PGRI Madiun - Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menetapkan kelulusan mahasiswa Program Studi Farmasi dan Ilmu Keolahragaan melalui yudisium Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lab Terpadu Universitas PGRI Madiun, Kamis (27/8), kemarin.
Yudisium menjadi salah satu tahapan akademik yang harus dilalui mahasiswa sebelum mengikuti prosesi wisuda. Dalam kegiatan tersebut, fakultas juga menyerahkan Surat Keterangan Lulus (SKL) sebagai dokumen resmi yang menandai kelulusan mahasiswa.
Dekan FIKS Universitas PGRI Madiun, Apt. Weka Sidha Bhagawan, M.Farm., meminta para lulusan tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat membuat lulusan harus terus belajar agar mampu mengikuti perkembangan dunia kerja.
“Gelar bukan akhir dari belajar. Ilmu berkembang, teknologi berubah, dan kebutuhan masyarakat juga berubah,” ujar Weka dalam sambutannya.
Beliau menilai kompetensi akademik saja belum cukup untuk menghadapi dunia kerja, terutama karena lulusan akan berhadapan dengan masyarakat dengan kebutuhan dan karakter yang beragam. Integritas, empati, komunikasi, serta kemauan untuk terus belajar dinilai menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), digitalisasi layanan kesehatan, dan pemanfaatan data yang mulai memengaruhi berbagai bidang pekerjaan.
Apt. Weka Sidha Bhagawan, M.Farm., mengingatkan lulusan agar memandang ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai tanggung jawab untuk memberikan manfaat, bukan sekadar modal mendapatkan pekerjaan.
“Gunakan ilmu untuk membantu, bukan merugikan. Gunakan kompetensi untuk menyelesaikan masalah, bukan mengambil keuntungan dengan mengorbankan kepentingan manusia,” tambahnya.
Selain bekal profesional, Apt. Weka Sidha Bhagawan, M.Farm., meminta lulusan menjaga nama baik keluarga dan almamater. Beliau berharap lulusan FIKS menunjukkan kualitas melalui kompetensi, karya, integritas, dan perilaku saat memasuki lingkungan profesional.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang sukses. Bercita-citalah menjadi orang yang bermanfaat,” tuturnya.
Dalam yudisium tersebut, FIKS juga menetapkan lulusan terbaik berpredikat cumlaude, yakni Hutomo Mandala Putra dari Program Studi Farmasi dan Yourisea Headlin Pertiwi dari Ilmu Keolahragaan (IKOR).
Setelah dinyatakan lulus, mahasiswa dapat melanjutkan tahapan menuju wisuda, memasuki dunia kerja, maupun meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya. Jenjang berikutnya juga telah difasilitasi oleh FIKS, khususnya berdirinya Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) di Universitas PGRI Madiun. FIKS juga tetap membuka hubungan dengan para lulusan melalui Ikatan Keluarga Alumni (IKA).
Apt. Weka Sidha Bhagawan, M.Farm., berharap para lulusan tetap menjaga hubungan dengan almamater setelah menyelesaikan pendidikan. Beliau mengajak alumni untuk kembali membawa pengalaman, pengetahuan, dan gagasan baru yang dapat memberikan manfaat bagi kampus dan masyarakat.
Yudisium FIKS Universitas PGRI Madiun tahun akademik 2025/2026 diikuti mahasiswa dari Program Studi Farmasi dan Program Studi Ilmu Keolahragaan.



